Teknozip – 28 Mei 2026 | Huawei Klaim Punya Pengganti Moore’s Law, Siapkan Arsitektur Chip Baru untuk Kirin 2026 dalam presentasi terbarunya di International Symposium of Circuits and Systems (ISCAS) Shanghai, menandai langkah ambisius perusahaan dalam mengatasi stagnasi tradisional teknologi semikonduktor.
Latar Belakang Moore’s Law dan Kebutuhan Akan Inovasi
Selama lebih dari lima dekade, Moore’s Law menjadi acuan utama bagi industri chip, menyatakan bahwa jumlah transistor pada sebuah chip akan berlipat ganda setiap dua tahun. Namun, batas fisik transistor, biaya fabrikasi yang melambung, serta tantangan material semakin memperlambat laju pertumbuhan tersebut. Banyak analis menilai bahwa era peningkatan eksponensial berbasis penyusutan geometris sudah mendekati titik jenuh.
Tau Scaling Law: Konsep Baru yang Dijanjikan Huawei
Huawei memperkenalkan istilah Tau (τ) Scaling Law sebagai alternatif yang tidak lagi berfokus pada miniaturisasi semata, melainkan pada optimasi waktu propagasi sinyal dan efisiensi energi. Menurut pihak perusahaan, pendekatan ini menilai kinerja chip dari perspektif dinamika sinyal (tau) yang mengukur penundaan dan disipasi energi, memungkinkan peningkatan densitas transistor tanpa harus menurunkan ukuran node secara drastis.
Also Read
Dalam presentasinya, Huawei menuturkan bahwa lebih dari 381 chip berbasis Tau Scaling Law telah diproduksi secara massal untuk aplikasi industri, mulai dari otomotif hingga infrastruktur jaringan. Meskipun data produksi masih bersifat internal, angka tersebut menegaskan komitmen Huawei untuk menguji konsep di dunia nyata sebelum meluncurkan ke pasar konsumen.
LogicFolding: Arsitektur yang Menggabungkan Kecepatan dan Kepadatan
Seiring dengan Tau Scaling Law, Huawei mengumumkan arsitektur baru bernama LogicFolding. Teknologi ini diklaim mampu mengurangi delay propagasi sinyal sekaligus meningkatkan kepadatan transistor melalui teknik lipatan logika yang meminimalkan jalur kritis. LogicFolding tidak hanya ditujukan untuk smartphone, tetapi juga untuk prosesor server, AI accelerator, dan sistem‑on‑chip (SoC) generasi berikutnya.
Implementasi pada Kirin 2026
Huawei Klaim Punya Pengganti Moore’s Law, Siapkan Arsitektur Chip Baru untuk Kirin 2026 sebagai tonggak pertama penerapan LogicFolding pada produk konsumen. Chip Kirin 2026 dijanjikan akan mengungguli generasi sebelumnya dalam hal kecepatan komputasi, efisiensi energi, dan kepadatan transistor, meski proses fabrikasinya masih berada pada node 5nm atau 4nm yang tersedia secara komersial.
Selain itu, Huawei menargetkan bahwa varian chip kelas atas pada tahun 2031 akan mencapai kepadatan setara proses 1.4nm, sebuah klaim yang sangat ambisius mengingat seluruh ekosistem industri semikonduktor masih berjuang menstabilkan produksi pada node 3nm hingga 2nm.
Tantangan Produksi, Kolaborasi Global, dan Prospek Masa Depan
Walaupun konsep Tau Scaling Law dan LogicFolding terdengar revolusioner, mereka tetap harus melewati hambatan produksi nyata. Ketersediaan litografi ekstrem ultraviolet (EUV) yang terbatas, serta sanksi perdagangan yang masih membatasi akses Huawei ke peralatan fabrikasi canggih, menjadi faktor penghambat utama.
Huawei menegaskan pentingnya kolaborasi internasional, menyebutkan kerja sama dengan foundry di Asia dan laboratorium riset di Eropa untuk menguji validitas teori tersebut. Jika berhasil, pendekatan baru ini dapat menjadi jalur alternatif bagi seluruh industri yang kini mencari cara mengatasi batas Moore’s Law.
Kesimpulan
Huawei Klaim Punya Pengganti Moore’s Law, Siapkan Arsitektur Chip Baru untuk Kirin 2026 menandai langkah signifikan dalam upaya perusahaan mengukir kembali posisi kompetitif di pasar semikonduktor. Dengan Tau Scaling Law dan LogicFolding, Huawei berusaha mengubah paradigma dari sekadar penyusutan fisik menjadi optimasi temporal dan arsitektural. Keberhasilan konsep ini akan sangat bergantung pada kemampuan manufaktur, dukungan ekosistem software, serta kelancaran kolaborasi lintas batas. Jika terbukti, Kirin 2026 bisa menjadi contoh konkret bahwa evolusi chip masih memiliki ruang untuk terobosan di luar Moore’s Law.