Teknozip – 01 Juni 2026 | Berita mengejutkan mengguncang komunitas gamer Indonesia ketika Destiny 2 Dikabarkan Tamat Tahun Depan, Bungie Disebut Fokus Menyelamatkan Marathon muncul di berbagai media. Menurut laporan Bloomberg yang dikutip oleh Gizmologi, pengembangan konten baru untuk Destiny 2 dijadwalkan berhenti pada Juni 2026, menandai akhir era satu dekade layanan live‑service shooter terbesar. Di saat yang sama, studio asal Seattle itu dikabarkan mengalihkan sumber daya utama ke Marathon, game extraction shooter yang masih dalam fase pertumbuhan.
Latar Belakang Kritis
Sejak peluncuran pada tahun 2017, Destiny 2 telah menjadi tulang punggung finansial Bungie, menyediakan pendapatan stabil lewat ekspansi, seasonal event, dan microtransaction. Namun, hampir sepuluh tahun berlalu, dan angka pertumbuhan pemain mulai stagnan. Laporan internal Bloomberg pada 9 Juni menyebut update mendatang akan menjadi “last hurrah” bagi game tersebut sebelum studio mulai mengurangi aktivitas pengembangan.
Penghentian Konten Destiny 2
Pengumuman bahwa Destiny 2 Dikabarkan Tamat Tahun Depan, Bungie Disebut Fokus Menyelamatkan Marathon menimbulkan pertanyaan tentang nasib proyek berikutnya, termasuk spekulasi tentang Destiny 3 yang kini diragukan masuk tahap produksi serius. Sumber internal mengklaim bahwa beberapa proposal game baru belum mendapat lampu hijau, sementara rencana PHK sedang dipertimbangkan setelah update besar pada Juni.
Also Read
Strategi Baru: Marathon sebagai Fokus Utama
Marathon, yang awalnya dirancang sebagai game PvP extraction shooter, kini mengalami penurunan pemain aktif, dengan peak concurrent sekitar 10‑12 ribu harian. Untuk meningkatkan retensi, Bungie menambahkan mode PvE dan co‑op, berupaya menciptakan ekosistem live service yang lebih beragam. Pergeseran ini dianggap langkah berani, mengingat ekspektasi tinggi Sony yang mengakuisisi Bungie beberapa tahun lalu.
Langkah Pengembangan
- Penambahan mode PvE untuk memperluas gameplay.
- Optimalisasi server untuk mengurangi latency pada mode extraction.
- Kolaborasi dengan komunitas untuk feedback langsung.
Reaksi Komunitas dan Industri
Komunitas Destiny 2 menyambut berita dengan campuran keprihatinan dan harapan. Sementara sebagian pemain mengkhawatirkan kehilangan konten baru, yang lain menantikan kesempatan untuk fokus pada konten yang sudah ada. Di sisi lain, analis industri menilai bahwa keputusan Bungie dapat menjadi sinyal restrukturisasi besar dalam model live service, terutama bila Marathon tidak berhasil mencapai standar pemain aktif yang dibutuhkan.
Jika memang Destiny 2 Dikabarkan Tamat Tahun Depan, Bungie Disebut Fokus Menyelamatkan Marathon menjadi kenyataan, studio tersebut akan kehilangan salah satu franchise paling stabil sekaligus menantang diri untuk menciptakan hit baru. Keberhasilan Marathon akan sangat menentukan masa depan Bungie di era pasca‑Destiny.
Kesimpulannya, pengumuman penghentian konten Destiny 2 menandai babak baru bagi Bungie. Fokus pada Marathon menunjukkan upaya studio untuk beradaptasi dengan dinamika pasar live service yang semakin kompetitif. Keberhasilan atau kegagalan strategi ini akan mempengaruhi tidak hanya Bungie, tetapi juga ekosistem game online secara global.